E-Book

Kepuasan Yang Adil

(Tip and Trick membahagiakan pasangan)

KEBANYAKAN hubungan seks yang dilakukan oleh pasangan suami-istri tidak menghasilkan keseimbangan di antara keduanya. Contohnya saja, banyak istri yang jarang atau bahkan tidak pernah merasakan orgasme kala bercinta, Jadi sebelum kita melakukan hubungan seksual dengan pasangan kita, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu langkah-langkah apa saja yang harus kita ketahui untuk menghasilkan kepuasan yang adil (fair) untuk kedua pasangan. Bila Anda masih belum yakin mengenai tindakan apa yang akan membuat pasangan Anda puas dengan perlakuan Anda selama Anda berdua melakukan hubungan seksual, ada baiknya Anda menyimak tips-tips berikut ini.

Anda berminat silahkan download di sini.

– ♥ –

Kitab  Kamasutra  Bugis (Assikalabineng)

Assikalabineng adalah sebuah lontara peninggalan Masyarakat Bugis Klasik. Yang membahas bagaimana Bersetubung atau SEKS ala Masyarakat Bugis. Lontara Tassawupe Allaibainengengeng merupakan peninggalan leluhur Masyarakat bugis yang sudah terpengaruh oleh Agama Islam. Lontara Tassawupe Allaibainengengeng juga banyak di terapkan oleh Raja-Raja Bugis terdahulu. Kalau kita menyebutkan Kisah KAMASUTRA mungkin semua para pria sudah tahu. Kisah Kamasutra ini berasal dari Negara India dan ternyata Kebudayaan Nusantara kita juga mempunyai Tassawupe Allaibainengengeng yang mungkin lebih detail dari Kamasutra. Kamasutra, yang ditulis Vatsyayana, hanya membahas seks dari segi aktivitas fisik, emosi, karakter, dan perasaan pasangan, serta aturan-aturan lainnya. Dan ia tidak sampai pada pembahasan adanya hubungan keterlibatan Tuhan dalam setiap hubungan seksual yang dilakukan oleh pasangan suami istri. Sedangkan Assikalibeneang jauh lebih detail, kompleks, real pembacaannya ketimbang Kamasutra.

Assikalaibineng secara harfiah berarti cara berhubungan suami istri. Akar kata serupa juga dipakai masyarakat petani sawah di awal masa tanam. Karena padi dan sawah diibaratkan istri, maka suamilah diberi otoritas untuk menggarap dan menanam.

Penulis menggunakan istilah tasawupe’ allaibinengengnge untuk menjelaskan kedudukan persetubuhan yang lebih dulu disahkan dengan akad nikah dan penegasan kedudukan manusia yang berbeda dengan binatang saat melakukan persetubuhan.

Berbeda dengan Kama Sutra yang lebih mengedepankan pada teknik belaka, Assikalabineng lebih dari hal itu. Pengetahuan tentang organ genital dan alat reproduksi, filosofi seks, teknik penetrasi, sentuhan bagian sensitif, penentuan jenis kelamin, pengendalian kehamilan, serta waktu baik untuk berhubungan intim, juga terangkum di dalamnya. Tak hanya itu, juga terdapat pengetahuan cara membuat tubuh istri tetap seksi dan berwajah cerah dengan menggunakan medium seks.

Lalu yang tak kalah menakjubkan dari kitab ini yakni betapa orang Bugis, terutama yang menguasai kitab ini, memahami dengan benar jenis-jenis organ genital wanita. Cara mengungkapkannya pun sangat simbolik dengan mengasosiasikannya dengan bunga yang cenderung mekar. Pada jenis tertentu ada yang disebut dengan bunga melati atau bunga sibollo.

Jika anda berminat silahkan ambil disini

Sumber : http://www.google.com

– ♥ –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: