Multi orgasme pada pria..! mungkinkah…?

Supaya bisa menikmati multi orgasme, perlu dipahami dulu siklus reaksi dalam hubungan seksual.
Periset seks terkemuka dari AS, W. Master clan V Johnson, dalam buku Human Sexual Response, membedakan reaksi itu dalam empat fase. Dengan mengetahui reaksi yang terjadi, setiap fase dapat dikendalikan sesuai yang diinginkan, termasuk bila ingin menikmati orgasme yang berulang.

Keempat fase reaksi hubungan seksual tersebut sebagai berikut :

Pertama, adalah tahap keterangsangan.
Kedua tahap datar.
Ketiga orgasme dan
Keempat resolusi.

Reaksi seksual yang sempurna ini disebut siklus reaksi seksual. Reaksi ini terjadi kalau seseorang menerima rangsangan seksual yang cukup. Kalau rangsangan seksual tidak cukup, maka seseorang tidak akan mengalami siklus tersebut.
Seseorang yang mengalami gangguan fungsi seksual, tidak akan mengalami siklus ini walaupun telah menerima rangsangan seksual yang cukup. Pada setiap fase siklus reaksi seksual terjadi beberapa perubahan nyata yang dapat dirasakan baik secara fisik pada alat kelamin dan pada bagian tubuh lain maupun secara psikis. Namun, untuk membahas masalah multi orgasme, hanya fase orgasme saja yang perlu dirinci.

Puncak Kenikmatan
Bila rangsangan seksual yang efektif terus berlanjut, maka tercapailah puncak reaksi seksual, yaitu orgasme. Pada saat ini, ketegangan seksual dilepaskan secara tiba-tiba. Secara fisik, orgasme merupakan fase tersingkat dalam siklus reaksi seksual.
Biasanya hanya berlangsung dalam beberapa detik, yang ditandai dengan kekejangan otot yang bersifat ritmik yang menimbulkan sensasi fisik yang kuat, diikuti relaksasi yang cepat.
Kekejangan otot yang ritmik tersebut tidak hanya terjadi pada kelamin, melainkan juga pada seluruh otot tubuh yang lain. Secara psikik, orgasme merupakan puncak kenikmatan seksual.

Pada perempuan, orgasme ditandai dengan kekejangan ritmik pada sepertiga bagian luar vagina, rahim dan otot sekitar dubur. Tetapi, sebenarnya reaksi yang terjadi bersifat total seluruh tubuh, tidak terbatas pada alat kelamin dan sekitarnya.
Orgasme pada perempuan dapat terjadi berkali-kali asal tetap menerima rangsangan seksual yang cukup. Karena sensasi yang luar biasa, banyak yang menginginkan orgasme dinikmati berulangkali.
Tapi, karena tidak ada rangsangan yang cukup dari pasangannya, atau bisa pula karena ada gangguan lain, sebagian perempuan hanya mencapai sekali orgasme. Sedangkan pada pria, karena orgasme umumnya segera disertai ejakulasi, maka umumnya pria juga hanya mengalami sekali orgasme saja.

Orgasme yang berulang pada wanita relatif mudah dicapai karena yang diperlukan adalah peningkatan rangsangan. Masalahnya jadi rumit bagi pria karena setelah ejakulasi, pria akan memasuki suatu periode refrakter.
Pada periode ini. Pria seolah-olah kebal terhadap rangsangan seksual, dan tidak dapat mencapai orgasme dan ejakulasi lagi. Periode refrakter ini berlangsung dalam waktu yang bervariasi pada satu pria dengan pria lain.

Pada usia tua, periode refrakter berlangsung lebih lama. Periode refrakter ini dipengaruhi oleh usia, keadaan kesehatan tubuh, dan rangsangan seksual yang diterima.
Orgasme lebih dari sekali hanya bisa dialami pria kalau pria mampu mengontrol agar ejakulasi tidak terjadi.
Jadi sebelum terjadi ejakulasi, orgasme dapat dicapai lebih dari satu kali. Celakanya beda waktu antara orgasme dan ejakulasi ini sulit dikenali. Tapi sejumlah ahli terapi seks yakin, dengan latihan yang cukup, seorang pria dapat merasakan sensasi orgasme tanpa ejakulasi.

Tanpa Ejakulasi
Kenikmatan tanpa ejakulasi itulah yang memungkinkan pria merasakan orgasme berulangkali.
Untuk itu banyak metode yang bisa dipelajari. Satu di antaranya adalah dengan melatih otot-otot pubococcygeal (PC) yang intinya adalah berulangkali mengkontraksikan otot sebagaimana kalau Anda berusaha menghentikan aliran kencing. (lihat: Siasati Dengan Senam Kegel).
Dengan mengencangkan otot-otot tersebut sebanvak 10 kali dan mengendorkannya 10 kali setiap hari, dalam tempo satu hingga satu setengah bulan, secara otomatis Anda akan menjadi terbiasa untuk menunda ejakulasi sehingga orgasme berulangkali dapat dialami.

Siasati dengan Senam Kegel
Arnold Kegel adalah seorang ginekolog yang pada tahun 1950 merancang latihan sederhana untuk membantu wanita yang baru melahirkan mengatasi gangguan inkontinensia dengan cara menguatkan kandung kemih.
Latihan Kegel terdiri dari pengencangan otot-otot pubococcygeal (PC) yang terdapat di seputar tulang pinggang hingga tulang ekor. Anda mengencangkan otot-otot PC saat berusaha menghentikan aliran kencing. Begitu inti latihan Kegel.

Manfaat Kegel dalam seks adalah, otot-otot yang digunakan untuk menahan aliran kencing sama dengan otot yang diperlukan untuk menahan ejakulasi sehingga memungkinkan Anda mengalami multi orgasme.
Latihan ini juga membuat ereksi lebih kencang dan meningkatkan intensitas orgasme saat Anda mencapainya.
Untuk memulai latihan cukup lakukan kontraksi dan kendorkan dengan irama cepat otot-otot PC selama 10 kali. Kemudian kontraksikan otot PC dan tahan selama 15 detik. Perlahan-lahan perbanyak jumlah hitungan sehingga dalam sehari Anda melakukannya sebanyak 10 set, yaitu kontraksikan, tahan 15 detik, lalu lepaskan. Kemudian ubah posisi dalam melakukan Kegel, misalnya sambil berbaring atau tengkurap.

Perlu empat sampai enam pekan untuk membuat otot PC anda dalam kondisi baik. Setelah periode itu, hampir otomatis Anda akan terlatih melakukan gerakan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: