Kunci untuk Merencanakan Kehamilan

Siklus menstruasi sangat berhubungan erat dengan masa subur (ovulasi). Dengan mengetahui siklus menstruasi, maka kita dapat memahami mengenai terjadinya ovulasi & bisa mengetahui kapan kira-kira masa subur akan terjadi. Selain itu dengan mengetahui siklus mentruasi kita juga dapat mengetahui apabila terjadi perubahan/ ketidakteraturan pada siklus menstruasi.

Siklus menstruasi sendiri adalah periode waktu mulai dari peluruhan sampai dengan pembentukan kembali dinding rahim (endometrium). Dan diantara waktu tersebut terletak masa subur yang memungkinkan untuk terjadi kehamilan apabila melakukan hubungan seksual tanpa pelindung. Untuk mengenal lebih jelas mengenai siklus menstruasi & perubahan yang terjadi selama siklus tersebut, dapat dilihat melalui gambar berikut :

Siklus menstruasi dimulai dengan terjadinya menstruasi (peluruhan dinding rahim) yang biasanya berlangsung selama 3-7 hari. Pada minggu berikutnya terjadi pembentukan folikel yang dipicu oleh adanya hormon FSH (follicle stimulating hormone) yang dikeluarkan oleh kelenjar di bawah otak.

Folikel tersebut akan melepaskan hormon estradiol (suatu hormon estrogen) yang berfungsi untuk menebalkan dinding rahim sebagai persiapan apabila terjadi pembuahan. Selanjutnya folikel akan membesar & menjadi matang serta melepaskan sel telur.

Masa subur (ovulasi) ditandai dengan pecahnya folikel & keluarnya sel telur, yang nantinya akan tersimpan di dalam tuba falopi menunggu sperma untuk membuahi. Saat folikel hancur maka folikel tersebut akan berubah bentuk menjadi corpus luteum yang akan mengeluarkan hormon progesterone.

Hormon progesterone ini berfungsi untuk menyiapkan lapisan dinding dalam rahim tempat sel telur nantinya akan menempel apabila terjadi pembuahan. Apabila pembuahan tidak terjadi maka kadar hormon estrogen & progesterone di dalam tubuh akan menurun & dinding rahim pun akan meluruh kembali. Gambar di atas adalah contoh siklus menstruasi yang berlangsung selama 28 hari.

Beberapa kondisi dapat mempengaruhi keseimbangan hormon seksual di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi. Masalah gangguan kesuburan dapat timbul akibat dari ovulasi yang prematur, menstruasi yang terlalu banyak, terjadinya perdarahan di antara siklus menstruasi atau bahkan amenorrhea (tidak terjadinya menstruasi bukan selain akibat dari kehamilan).

Dengan mencatat/mengetahui siklus mentruasi maka dapat digunakan untuk mendiagnosa ketidak teraturan dalam siklus menstruasi. Ketidakteraturan siklus menstruasi dapat disebabkan oleh adanya kista, PCOS (polycystic ovarian syndrome) ataupun masalah ginekologi lainnya.

Perubahan yang terjadi saat masa subur

Berikut adalah contoh perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh pada saat masa subur & pengaruhnya terhadap lendir di vagina serta suhu tubuh.

Masa Subur, kunci untuk merencanakan kehamilan

Tidak banyak wanita Indonesia yang mengetahui kapan masa suburnya. Padahal dengan mengetahui masa subur, ingin hamil atau menunda kehamilan bisa dilakukan dengan mudah jika tidak ada masalah anatomi pada wanita. Menghitung masa subur merupakan cara yang aman, alami dan cukup efektif dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak.

“Masa subur wanita adalah masa di mana ada satu sel telur yang siap untuk dibuahi oleh sel sperma di saluran telur (tuba faloppi) yang terjadi satu bulan sekali,” jelas dr. Boy Abidin, SpOG yang aktif sebagai pembicara dan nara sumber untuk media massa. Sel telur ini mampu bertahan hidup dalam keadaan siap dibuahi hanya selama 1-2 hari.

Jadi masa subur adalah masa di mana tersedia sel telur yang siap untuk dibuahi. Masa subur berkaitan erat dengan menstruasi dan siklus menstruasi. Masa subur ditandai oleh kenaikan Luteinizing Hormone (LH), Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan estrogen. Selain itu siklus juga dipengaruhi oleh kondisi psikis si wanita jadi, bisa maju atau mundur.

Pada masa subur ini, terjadi perubahan fisiologis yang dapat dijadikan indikator, Seperti :

  • libido yang meningkat
  • lendir pada vagina lebih banyak
  • peningkatan suhu basal tubuh sebesar 0,2-0,5 derajat pada pagi hari
  • Indikator minor lainnya yaitu nyeri perut dan perubahan payudara/rasa tegang pada payudara

Lendir yang muncul pada vagina ini merupakan lendir yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di leher rahim (serviks) dan bersahabat dengan sperma. Lendir tersebut memungkinkan sperma dapat bertahan hidup dalam lendir tersebut untuk menunggu matangnya sel telur (ovulasi). Pada masa subur, kemungkinan terjadi pembuahan sangat besar.

Jika pasangan suami istri (pasutri) ingin memiliki anak maka lakukan hubungan intim pada masa subur sang istri. Keberhasilan untuk hamilnya pun cukup besar.

Demikian sebaliknya, jika tidak ingin hamil, maka hindari berhubungan intim pada masa subur sang istri atau menggunakan pelindung seperti kondom.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: