Benarkah foreplay tidak mempengaruhi orgasme wanita

Benar atau tidak, bahwa Foreplay selama ini dianggap sebagai tahapan untuk membantu mencapai orgasme yang maksimal.

Tapi studi terkini dari Skotlandia menyebutkan bahwa foreplay tidak mempengaruhi orgasme wanita. Meskipun tidak semua orang setuju terhadap penelitian ini, tapi pencapaian orgasme perempuan bisa terbantu hanya dengan fokus pada gerakan vagina dan melakukan hubungan inti langsung menuju vagina.

Kedua hal ini dianggap lebih penting ketimbang berlama-lama foreplay.

Stuart Body, ketua studi dari University of the West of Scotland melakukan survei terhadap 1.000 orang wanita di berbagai negara di Republik Czech untuk mengetahui pengalaman orgasme mereka.

Dalam The Journal of Sexual Medicine, para ahli mengatakan bahwa orgasme langsung di vagina adalah cara paling ampuh untuk membuat wanita orgasme.

Teknik yang disebut dengan orgasme vagina ini merupakan teknik orgasme yang dihasilkan dari rangsangan atau gerakan penis ke dalam vagina tanpa ada stimulasi lainnya, seperti ciuman atau rangsangan di klitoris.

Peneliti mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi teknik orgasme langsung di vagina tersebut adalah panjang penis dan lamanya berhubungan inti (intercourse).

Sedangkan lamanya foreplay tidak mempengaruhi tingkat orgasme.

Sepertiga atau 34 persen wanita yang mengikuti survei itu mengatakan bahwa ukuran penis yang panjang (14,5 cm) lebih banyak membuat orgasme, namun dua pertiganya mengatakan ukuran penis bukan masalah.

Stuart mengatakan bahwa gerakan langsung pada vagina lebih baik daripada melakukan foreplay pada daerah klitoris. “Daerah vagina punya saraf-saraf yang lebih sensitif. Dengan menstimulasi langsug ke daerah itu, orgasme akan lebih cepat tercapai,” ujar Stuart.

Namun Dr. Gemma O’Brien, seorang psikolog alat reproduksi dari University of New England, Armidale mengatakan bahwa studi dan penemuan teknik tersebut memiliki kelemahan, yaitu membutuhkan ukuran penis yang panjang yang tidak dimiliki semua pria.

Yang lebih penting lagi selain orgasme langsung ke vagina, menurut Stuart adalah kemampuan wanita untuk fokus secara mental pada sensasi yang terjadi di vagina tersebut.

Kedua teknik yakni gerakan langsung ke vagina dan sikap fokus wanita terhadap proses tersebut menurut para peneliti bisa meningkatkan kemampuan wanita mencapai orgasme.

“Teknik itu bisa diterapkan bagi wanita yang kesulitan mencapai orgasme dan meningkatkan kepuasan pasangan,” ujar Stuart.

Bagaimana pendapat anda?

Sumber : http://www.google.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: